Minggu, 01 November 2015

Posted on 17.57 by Unknown

No comments

Senin, 24 Agustus 2015

         Report Texk About " CAT " dan Terjemahannya




Dari berbagai banyak contoh Report Text, kami akan mengambil report texk tentang kucing, dan terjemahannya.

Berikut adalah contoh report texk tentang kucing dan terjemahannya






Cat
Cats are one of the popular pet species in the world. Felis Catus Silvertis is the Latin name of the cat. Tame cats have lived with humans since 6000 BC. Since 3500 BC, the Egyptians had used the cat to repel rats in the rice warehouse. Cats that includes pure descendants of Persian, the Manx, sphinx only 1% of all cats in the world and other species are domestic cats and wild cats.
Kittens born in a state of blind and deaf, they can use their eyes around the age of 8-10 days after birth. Their sexual hormones active at 10-15 months of age. Cats weighing 2.5 to 7.0 kg and rarely more than 10 kg. Cats are still special house can live for 15-20 years. But, the oldest cat in the world have 36 years. While feral cats can only live about 2 years.
Cats are often referred to as carnivorous perfect because it has a special gear that can digest food properly. And of course, this is very good for their digestive system. Cat's body is very small, so, the cat is not too dangerous for humans. Dangerous thing from a cat is a cat bite can cause rabies infection and their claws are very painful if the skin on.
If they're fighting, cat fur will stand upright and then make their bodies into the shape of the curve or curved, this makes their bodies as appear larger. Although cats are carnivores, but cats love to stay in a warm place to sleep away from sunlight. Cats are one of the animals were polite because they bury themselves in the sand feces.



Berikut ini adalah terjemahannya


Kucing
Kucing adalah salah satu spesies yang hewan peliharaan populer di dunia. Felis Catus Silvertis merupakan nama latin dari Kucing. Kucing-kucing jinak telah hidup sebelum masehi, orang orang di Mesir
telah menggunakan kucing untuk mengusir tikus tikus bersama dengan manusia sejak 6000 tahun sebelum Masehi. Sejak 3500 tahun hanya 1% dari seluruh kucing di dunia dan spesies lainnya adalah kucing kampung di gudang beras. Kucing yang mencakup Keturunan murni Persia, Manx lalu, sphinx dan kucing liar.
Anak kucing lahir dalam keadaan buta dan tuli, mereka dapat menggunakan mata mereka sekitar umur 8-10 hari setelah lahir. Hormon seksual mereka aktif pada 10-15 Kucing yang tetap rumah khusus dapat hidup selama 15-20 tahun. Tapi, kucing bulan usia. Kucing memiliki berat 2,5-7,0 kg dan jarang yang lebih dari 10 kg. Kucing tertua di dunia memiliki 36 tahun. Sedangkan kucing liar hanya dapat hidup kurang lebih 2 tahun.
Kucing sering disebut dengan karnivora sempurna karena memiliki  gigi yang khusus sehingga dapat mencerna makanan dengan baik. Dan tentunya, ini sangat baik bagi sistem pencernaan manusia. Hal yang berbahaya dari kucing adalah gigitan kucing yang bisa mereka. Tubuh kucing sangat kecil, jadi, kucing tidak terlalu berbahaya untuk menimbulkan  infeksi rabies dan cakar mereka sangat perih jika mengenai kulit.
Jika mereka sedang berkelahi, Bulu kucing akan berdiri dan tegak lalu membuat tubuh mereka menjadi bentuk kurva atau melengkung, hal ini membuat tubuh mereka kucing senang tinggal di tempat tempat hangat dan tidur jauh dari sinar seolah terlihat lebih besar. Meskipun kucing adalah hewan karnivora, tapi matahari. Kucing merupakan salah satu binatang yang sopan karena mereka mengubur kotorannya sendiri dengan pasir.


Demikian yang bisa saya tampilkan semoga bermanfaat.
Terima Kasih.

Posted on 07.09 by Unknown

1 comment

>> Lukisan Dan Biografi Dullah <<





Pelukis Dullah lahir di Solo, Jawa Tengah, 17 September 1919, ia dikenal sebagai seorang pelukis realis. Corak lukisannya realistik. Mempunyai kegemaran melukis portrait (wajah) dan komposisi-komposisi yang menampilkan banyak orang (group). Diakui, Dullah belajar melukis dari dua orang Gurunya yang sekaligus merupakan pelukis ternama, yaitu S. Sudjojono dan Affandi. Meskipun demikian corak lukisannya tidak pernah mempunyai persamaan dengan dua orang gurunya tersebut.


Pernah dikenal sebagai pelukis istana selama 10 tahun sejak awal tahun 1950-an, dengan tugas merestorasi lukisan (memperbaiki lukisan-lukisan yang rusak) dan menjadi bagian dalam penyusunan buku koleksi lukisan Presiden Soekarno. Dullah juga dikenal sebagai pelukis revolusi, karena dalam karya-karyanya banyak menyajikan lukisan dengan tema-tema perjuangan selama masa mempertahankan kemerdekaan.

Pada waktu perang kemerdekaan II, saat Yogyakarta diduduki oleh tentara Belanda pada 19 Desember 1949 hingga 29 Juni 1950, Dullah memimpin anak didiknya yang masih belum berumur 17 tahun untuk melukis langsung peristiwa-peristiwa selama pendudukan Yogyakarta sebagai usaha pendokumentasian sejarah perjuangan bangsa. Lukisan-lukisan yang dihasilkan ketika itu diulas di surat-surat kabar, bahkan oleh Affandi dinilai sebagai karya satu-satunya di dunia.



Dullah merupakan salah seorang pelukis realis yang jarang berpameran. Tapi pamerannya bersama anak-anaknya di Gedung Agung (Istana Kepresidenan Yogya) tahun 1978, berhasil menarik puluhan ribu orang. Meskipun pameran diperpanjang satu hari, pintu gerbang Gedung Agung bagian Utara sempat pula jebol. Pameran itu dilanjutkan 20 Desember 1979 hingga 2 Januari 1980, di Aldiron Plaza, Jakarta. Banyak orang kecewa karena ia tak menjual lukisannya.

Bagi Dullah, melukis adalah media untuk berkomunikasi dengan masyarakat. Dullah termasuk pendiri Himpunan Budaya Surakarta (HBS). Kemudian didirikannya sebuah sanggar di Pejeng, Bali. Pada setiap pameran baik didalam atau diluar negeri, karya murid-muridnya ikut disertakan.


Ia juga menulis sajak, beberapa sajaknya dimuat dalam bunga rampai sastra Indonesia yang di himpun oleh H.B Jassin. Pernah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dan terbit dalam sebuah kumpulan di Pakistan. Sebuah puisinya yang berjudul Anak Rakyat ditulis tahun 1943 dan dimuat dalam Gema Tanah Air, barangkali sudah mengisyaratkan kegandrungannya kepada tema perjuangan dalam lukisan-lukisannya. Dullah mendirikan museum pribadi di Solo pada tahun 70-an, dan hingga kini museum tersebut masih representatif dan dikelola oleh pemerintah Kotamadya Surakarta.

Banyak lukisan-lukisannya yang menjadi koleksi pejabat-pejabat penting pemerintahan, kolektor seni baik dalam maupun luar negeri, tokoh masayarakat dan orang terkemuka, diantaranya Presiden pertama RI Soekarno, Wakil Presiden pertama RI Muhammad Hatta, Adam Malik, mantan Presiden Amerika Serikat Eisenhower, mantan Wakil Presiden Amerika Serikat Walter Mondale, mantan Perdana Menteri Australia Rudolf Menzies dan museum seni lukis di Ceko.

.   



"Didepan pura" by Dullah, Size: 68cm x 54cm, Medium: Oil on canvas, Year: 1969
*) Auction: Masterpiece



"Gadis Bali" by Dullah, Size: 60cm x 50cm, Medium: Oil on canvas
*) Auction: Masterpiece



"Gunung Lawu-Jawa Tengah" by Dullah, Medium: Oil on Canvas, Size: 130cm X 180cm, Year: 1953
*) Koleksi Bung Karno



"Halimah gadis Aceh" by Dullah, Medium: oil on canvas, Size: 94,5cm X 74cm
*) Koleksi Bung karno



"Hutan di Gunung Merapi-Jawa Tengah" by Dullah, Medium: oil on canvas, Size: 221cm x 122cm
*) Koleksi Bung karno



"Kebun Sayur" by Dullah, Medium: Oil on Canvas, Size: 96cm x 151cm
*) Koleksi Bung karno



"Landscape Ngarai" by Dullah, Size: 70cm x 135cm, Medium: Oil on canvas 
*) Auction: Masterpiece




"Ngarai Minagkabau-Sumatera" by Dullah, Medium: oil on canvas, Size: 140cm x 72cm
*) Koleksi Bung karno



"Pemadangan di Kintamani" by Dullah, Medium: Oil on Canvas, Size: 174cm x 349cm, Year: 1952
*) Koleksi Bung karno



"Pemuda lampung berpakain adat" by Dullah, Medium: Oil on canvas, Size: 120cm x 59cm, Year: 1952
*) Koleksi Bung karno



"Persiapan gerilya" by Dullah, Medium: oil on canvas, Size: 178cm x 197cm
*) Koleksi Bung karno



"Persiapan Kebun Istana Presiden Soekarno sewaktu di Jogja" by Dullah, Medium: oil on canvas, Size: 90cm x 125cm
*) Koleksi Bung karno



"Pintu gerbang suatu kampung di Bali" by Dullah, Medium: oil on canvas, Size: 66cm x 84cm
*) Koleksi Bung karno



"Praktek tentara pendudukan asing" by Dullah, Medium: Oil on canvas, Size: 136,5cm x 199cm
*) Koleksi Bung karno



"Sawah dikaki gunung Lawu" by Dullah, Medium: Oil on canvas, Size: 92cm x 148cm
*) Koleksi Bung karno



"Sebuah pintu gerbang pura di Bali" by Dullah, Medium: Oil on canvas, Size: 159cm x 119cm
*) Koleksi Bung karno



"Seorang model wanita" by Dullah, Medium: Oil on Canvas, Size: 90cm x 120cm
*) Koleksi Bung karno



"Smoking old fellow" by Dullah, Size: 98cm x 67cm, Medium: Oil on canvas, Year: 1975
*) Auction: Masterpiece



"Telaga Sarangan-Jawa Timur" by Dullah, Medium: oil on canvas, Size: 87cm x 114cm
*) Koleksi Bung karno



"Gadis Bali" by Dullah, Medium: oil on canvas, Size: 60cm x 50cm
*) Auction: Masterpiece



"Girl with offering passing the tample" by Dullah, Medium: Oil on canvas, Size: 90cm x 60cm
*) Auction: Masterpiece
"Kakek"by Dullah , Size: 50cm x 40cm, Medium: oil on canvas
*) Auction: Masterpiece

Posted on 05.17 by Unknown

No comments